Bismillahirrahmannirrahim.

Rasulullah SAW diutus ke muka bumi tidak lain adalah sebagai rahmat bagi semesta alam (rahmatan lil ’alamin). Memulai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, keluarga besar SDIT Insan Utama Malinau berusaha menghidupkan kembali risalah kebaikan tersebut bukan hanya melalui tutur kata, melainkan lewat aksi nyata yang menyentuh hati sesama.

Melalui tema “Dapur Kasih Nabi”, seluruh murid kelas 1 hingga 6 bersama ustadz, ustadzah, dan dukungan luar biasa dari para orang tua murid berkolaborasi merajut keberkahan. Kegiatan ini dirancang sebagai wadah untuk meneladani sifat dermawan, kepedulian, dan kelembutan hati Sang Baginda.

Rangkaian Khidmat Penuh Makna

Suasana pagi di lingkungan sekolah terasa begitu sejuk dan syahdu. Rangkaian kegiatan diawali dengan tertib dan khusyuk:

Apel Pagi dan Arahan: Seluruh siswa, guru, dan karyawan berkumpul untuk menyimak pesan mulia tentang pentingnya menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai uswatun hasanah (teladan terbaik) dalam kehidupan sehari-hari, khususnya dalam berbagi kebaikan.

Sholat Dhuha Berjamaah: Bertempat di kelas masing-masing, para siswa menunaikan sholat Dhuha bersama, memohon keberkahan dan melapangkan hati agar senantiasa dekat dengan Allah SWT.

Materi Keteladanan Nabi: Ustadz dan ustadzah memberikan materi spiritual tentang Rasulullah SAW, Keluarga Rasulullah SAW,akhlak Rasulullah SAW dalam bertetangga dan pentingnya mengonsumsi makanan yang halalan thayyiban di masing-masing kelas.

Packing Bingkisan Kasih: Ruang-ruang kelas berubah menjadi tempat ukiran kebaikan. Ananda soleh dan solehah bersama wali kelas mengemas makanan dan minuman sehat nan halal yang dibawa dari rumah untuk dijadikan bingkisan indah.

Menautkan Hati, Membagikan Keberkahan

Momen paling mengharukan terjadi saat bingkisan-bingkisan tersebut selesai dikemas. Dengan penuh rasa hormat dan senyum hangat, ananda soleh dan solehah melangkahkan kaki membagikan bingkisan tersebut kepada para tetangga di sekitar lingkungan sekolah dan rumah.

Melalui program “Dapur Kasih Nabi” ini, kami belajar bahwa memberi tidak akan pernah mengurangi harta, melainkan melipatgandakan kebahagiaan. Pembiasaan ini diharapkan mampu menanamkan jiwa empati, kepedulian sosial, serta rasa cinta yang mendalam kepada Nabi Muhammad SAW sejak dini.

Terima kasih yang mendalam kami haturkan kepada seluruh orang tua murid atas partisipasi, dukungan, dan ketulusannya. Semoga setiap butir kebaikan yang disedekahkan menjadi pembebas dari kesulitan dan pemberi syafaat di yaumil akhir kelak.

Allahumma sholli ‘ala Sayyidina Muhammad, wa ‘ala ali Sayyidina Muhammad.

Salam Edukasi dan Keteladanan,

Kepala SDIT Insan Utama Malinau

Butuh Bantuan?