Tanpa perhatian, ilmu tak akan tersalurkan. Sebab pada dasarnya proses transfer ilmu adalah bentuk perhatian yang merepresentasikan cinta dan kasih. Meski BDR, perhatian dari guru ke murid sudah selayaknya terus diberikan.
BDR Dampak KARHUTLA
Tentu Ayah Bunda turut merasakan dampak dari terjadinya kebakaran lahan dan hutan bukan? Dan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Malinau terkait belajar dari rumah (BDR), kita ketahui juga disebabkan hal itu.
Aktifitas di luar rumah saat asap KARHUTLA semakin buruk akan berdampak bagi kesehatan. Dengan demikian kebijakan yang diambil merupakan langkah yang tepat untuk mengurangi resiko.
Meski tidak ada yang tahu kelangsungan asap ini akan selesai, namun bukan berarti manusia tidak melakukan aktifitas apapun. Dengan demikian meski anak sekolah tidak bisa belajar dengan keluar rumah, sangat disayangkan jika mereka tidak belajar.
Dengan kebijakan BDR yang diberlakukan, sudah selayaknya digunakan semua instansi terkait sebaik mungkin. Bukan dengan memberi layanan pembelajaran seenaknya, namun memaksimalkan potensi yang dimiliki untuk memberi perhatian terbaik pada peserta didiknya.
KBM SDIT Saat DBR
SDIT Insan Utama sebagai salah satu instansi pendidikan di Kabupaten Malinau juga tak luput dari penerapan kebijakan BDR. Dengan keterbatasan proses belajar, kami harus berupaya mencari cara untuk tetap bisa memperhatikan peserta didik.

Langkah yang diambil sekolah untuk tetap bisa mencurahkan perhatian pada peserta didik adalah dengan memaksimalkan aplikasi zoom.
Bagi kami aplikasi ini cukup efektif untuk menyambung silaturahmi pada peserta didik. Sebab dengannya, perhatian saat transfer ilmu bisa terjaga. Dan dengan aplikasi ini, kami bisa bertatap langsung dengan wajah anak-anak yang kami harapkan menjadi penerus bangsa ini.
Selain ilmu akademis, kami juga memperhatikan bagaimana peserta didik menjalankan kebiasaan islami. Bagi kami, kebiasaan islami yang terus mereka lakukan akan menjadi bahan bakar bagi tumbuh kembang keilmuan mereka.
Namun meski aplikasi ini bisa digunakan untuk proses transfer ilmu untuk sementara waktu, harapan kami kondisi segera pulih. Sehingga kebersamaan kami bersama peserta didik akan kembali normal. Dengan demikian proses KBM akan semakin maksimal. Bagi kami kebijakan BDR selama sepekan dari tanggal 2-4 September sudah cukup membuat kami rindu pada kebersamaan.
Ayah Bunda, mari bersama kita mendawamkan doa agar KARHUTLA segera selesai. Dan Allah memberi kekuatan pada pihak terkait di dalam proses pemadaman api.
